Home VALUES Lontar's Pedagogy Membangun Karakter Manusia

Membangun Karakter Manusia

Empat Pilar Pembentukan Karakter Insan Lontar Edukasindo

Membentuk Manusia yang mau terus belajar (learning to know) Pilar ini berpotensi untuk mencetak generasi yang memiliki kemauan belajar tanpa mengenal tempat dan waktu. Alam semesta bersama dengan dinamikanya adalah univeritas universal, tempat kita belajar banyak hal. Secara implisit, learning to know bermakna belajar sepanjang hayat (live long education) (Djamal, 2007).

Membentuk manusia yang mampu mewujudkan pemikirannya (learning to do). Menurut Triyanto (2013) bahwa learning to do secara umum berarti belajar berkarya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Belajar untuk melakukan (learning to do) adalah hasil belajar psikomotorik yang harus diperoleh peserta yang telah menjalani program-program Lontar Edkasindo. Ranah psikomorik ini sering diterapkan dalam kegiatan pembelajaran dan aktivitas outbound yang diselenggarakan Lontar Edukasindo. Proses pembelajaran dalam konsep learning to do melatih peserta untuk mampu mengaktualisasi minat dan bakatnya. Lontar Edukasindo memastikan peserta program tidak saja memperoleh pengetahuan semata, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang ia miliki untuk dikembangkan.

Membentuk manusia yang mampu hidup bersama dan bekerjasama (learning to live together) baik dengan orang-orang di sekitarnya maupun orang lain. Belajar bekerjasama berarti memahami dan menghargai orang lain, sejarah mereka dan nilai-nilai latar keyakinan dan latar belakangnya. Terjadinya proses belajar untuk menjalani kehidupan bekerjasama (learning to live together), pada pilar ketiga ini adalah kebiasaan bekerjasama (kelompok), saling menghargai, saling terbuka, saling memberi dan menerima, berkorban untuk kebaikan. Kondisi seperti inilah yang memungkinkan tumbuhnya sikap saling pengertian antar ras, suku, dan agama. Dengan kemampuan yang dimiliki, sebagai hasil dari proses pendidikan, seseorang memiliki bekal untuk mampu berperan dalam lingkungannya, dan sekaligus mampu menempatkan diri sesuai dengan perannya. Pemahaman tentang peran diri dan orang lain dalam kelompok belajar merupakan bekal dalam bersosialisasi di masyarakat (learning to live together). Dalam program-program yang didesain Lontar Edukasindo, kami selalu memperhatikan pilar ini dengan banyaknya praktik dalam permainan/games yang hanya bisa dikerjakan bersama-sama dalam kelompok.

Membentuk manusia yang semakin utuh (learning to be) Setiap manusia berkembang dan terus berhadapan dengan tantangan baru dalam hidup. Tak jarang, tantangan yang muncul membuat kita gamang terhadap cepatnya perubahan yang terjadi. Menjadi manusia yang utuh artinya menjadi manusia yang memahami diri sendiri dan juga sesama dan dunia sekitar. Menjadi manusia yang utuh berarti memiliki rasa percaya diri yang tinggi berdasar pemahaman yang dalam akan diri dan lingkungan sekitar. Kepercayaan merupakan modal utama bagi para peserta untuk bisa hidup dalam masyarakat yang lebih luas. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan merupakan bagian dari proses menjadi manusia yang utuh (learning to be). Menjadi diri sendiri diartikan sebagai proses pemahaman terhadap kebutuhan dan jati diri. Belajar berperilaku sesuai dengan norma dan kaidah yang berlaku di masyarakat, belajar menjadi orang yang berhasil, sesungguhnya merupakan proses aktualisasi diri.

Hidup manusia adalah suatu proses yang kompleks. Dalam proses tersebut manusia belajar sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi dalam interaksi antara seseorang, sesama dan dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.